Selasa, 15 Januari 2013

Wisata Tampak Siring Bali

Tampak Siring, nama desa yang ada di kabupaten Gianyar. Jika anda dari airport Denpasar, maka anda perlu waktu satu jam lima belas menit untuk ke tempat wisata ini dengan mobil. Tampak Siring juga memliki nama lain yang banyak orang tahu yaitu Tirta Empul.



Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu tampak (yang bermakna 'telapak ') dan siring (yang bermakna 'miring'). Menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas telapak kaki seorang Raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, tetapi bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Sebagai akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan balatentaranya untuk menghacurkannya. Namun, Mayadenawa berlari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap agar para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu adalah jejak manusia, yaitu jejak Mayadenawa.

Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara. Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 meter persegi dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 meter persegi dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.

Jika anda berkunjung ke Bali, sebaiknya anda meluangkan waktu untuk datang ke kawasan wisata ini dan berkunjung ke istana presiden. Banyak pengalaman dan hal baru yang akan anda ketahui jika anda berwisata ke pura Tirta Empul.

Wisata Pura Goa Gajah Bali

Pura Goa Gajah yang merupakan salah satu obyek wisata di Bali, terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali, merupakan pusat Kerajaan Bali Kuna, dan salah satu situs peninggalan sejarah di bumi nusantara, Goa Gajah lebih tepat disebut pura, namun karena berbentuk goa, maka dinamai Goa Gajah. Jaraknya dari Denpasar Kurang lebih 26 Km. Disana ada kios-kios kesenian dan Rumah makan.



Dari mana asal kata Goa Gajah? Kata ini sebenarnya berasal dari Lwa Gajah, sebuah kata yang muncul pada lontar Kertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca sekitar tahun 1365 M dan dibangun pada sekitar abad ke-11. Seperti halnya nasib situs-situs bersejarah lainnya, situs ini juga pernah tertimbun tanah sebelum akhirnya ditemukan kembali pada sekitar tahun 1923.

Goa Gajah pada dasarnya adalah sebuah goa dimana terdapat peninggalan sejarah Bali masa lampau. Namun tidak hanya artefak sejarah yang ada tapi juga suasana alamnya yang begitu indah dan memikat. Objek wisata ini juga dikelilingi persawahan dan sungai dengan air yang selalu mengalir. Ada empat kompleks di Goa Gajah yaitu kompleks goa dengan relief Ganesha, Trilingga, Petirtaan (tempat mandi), dan lembah Tukad Pangkung dimana terdapat relief stupa bercabang tiga, relief payung bersusun 13, dan arca Budha.

Selain itu disekitar goa juga terdapat patung petirtaan dengan tujuh patung widyadara–widyadari yang sedang memegang air suci. Total patungnya ada tujuh yang merupakan symbol dari tujuh sungai di India, dimana tempat kelahiran agama Hindu dan Budha.

Senin, 14 Januari 2013

Pantai Lovina Singaraja Bali

Pantai Lovina termasuk obyek wisata di pesisir Bali Utara. Tepatnya 10 km ke arah barat Kota Singaraja. Lokasinya di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Oleh sebab itu lebih dikenal dengan obyek wisata Kalibukbuk. Pantai Lovina yang berpasir hitam masih sangat alami, sehingga menarik dikunjungi wisatawan. Perjalanan ke tengah laut diperairan Lovina sangat menarik dikunjungi. Anda dapat menjumpai lumba-lumba sekitar 1 km dari bibir pantai. Laut Lovina yang relatif tenang sehingga bisa berwisata dengan menggunakan perahu nelayan.



Kawasan Lovina terkenal terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba liar. Anda dapat langsung menyaksikan tingkah laku yang lucu dan bersahabat dari lumba-lumba langsung di tengah laut. Tentu ini akan menjadi pengalaman liburan yang menarik untuk Anda. Di kawasan Lovina terdapat ratusan ekor lumba-lumba. Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Dunia pariwisata telah mengenal Lovina sejak lama sebagai sebuah destinasi di Bali Utara. Permintaan dari pebisnis dan agen perjalanan pun menuntut agar Lovina dihadirkan kembali. Usaha untuk mengangkat Bali Utara sebagai destinasi wisata antara lain adalah dengan kembali dengan cara mempopulerkan Lovina. Nama "Lovina" sudah pernah memakai nama Pondok Wisata Permata (Permata Cottages), kembali memakai nama "Lovina" ( Lovina Beach Hotel). Akhirnya, Lovina "menguasai" tidak kurang dari 6 pantai desa asli. Deretan Pantai tersebut berada di 2 (dua) wilayah kecamatan bersebelahan, yaitu Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar. Yang ada di Kecamatan Buleleng, yaitu Pantai Binaria di desa Kalibukbuk, pantai Banyualit didesa Banyualit, Pantai Kubu Gembong di desa Anturan/Tukadmungga, Panta Hepi di desa Tukadmungga, Pantai Penimbangan di desa Pemaron. Sedangkan di Kecamatan Banjar, adalah Pantai Tukad Cebol di Kampung Baru (Kaliasem), pantai Temukus didesa Temukus. Semua pantai terebut bergabung dalam nama Pantai Lovina. Sedangkan, nama kawasan resmi adalah "Kawasan Wisata Kalibukbuk".

Shoping di Pasar Sukowati Bali

Pasar Sukawati adalah pasar Seni yang sangat terkenal sampai ke penjuru dunia. Pasar seni Sukawati terdapat di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar. Jarak dari airport Denpasar sekitar tiga puluh kilometer, yang dapat anda tempuh dengan mobil selama 45 menit. 



Di pasar ini anda bisa membeli oleh-oleh khas Bali dalam bentuk apapun.Ada kaos, kain, gantungan kunci, ukiran, lukisan, pigura dan sebagainya.Pasar ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam  6 sore.Sebaiknya anda belanja kesana pukul 8 - 10 pagi karena biasanya para pedagang baru selesai sembahyang, nah menurut kepercayaan mereka bila berhasil jualan di pagi hari maka akan membawa kelarisan untuk jam-jam berikutnya.

Pasar Sukawati menyediakan pakaian-pakaian seperti Batik khas bali, selain batik khas bali juga tersedia berbagai macam baju-baju serta celana pendek harga miring yang akan cocok dipakai di pantai. Dan juga ada beberapa kaos yang bercorak Bali. Semua barang-barang disini bisa ditawar, dan sebagai tipsnya harganya bisa sepertiga dari harga pertama yang ditawarkan oleh penjualnya.

Jika anda datang ke pasar seni Sukawati Bali, anda bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Desa Celuk untuk melihat kerajinan Perak khas Bali. Jarak antara desa Sukawati Dengan Desa Celuk hanya terpisah 5 kilometer. Jadi waktu anda tidak akan habis didalam kendaraan.

Jumat, 11 Januari 2013

Wisata Hutan Alas Kedaton

Wisata Hutan Alas Kedaton - Terletak di sebuah desa yang cool and damai di daerah Tabanan, ada lagi sebuah areal hutan penuh monyet selaen Sangeh. Bonusnya, ribuan kalong and sebuah pura. Kamu tau kalong? Kaya kelelawar cuma lebih gede aja. Bentangan sayapnya bisa mencapai 1 meter.


Wisata menarik di Bali - Pura Alas Kedaton mempunyai dua keunikan yang sangat menarik, Pertama adalah memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dianggap keramat.Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan, yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.


Di kawasan hutan lindung ini, terdapat pura yang di dalam hutan Alas Kedaton, Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.Monyet di sini cenderung jinak, karena sudah terbiasa denga wisatawan, yang paling penting adalah jangan menggangu mereka.

piodalan di Pura Alas kedaton ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.  Objek wisata bali alas kedaton juga di huni oleh sekumpulan kera yang sudah jinak, akan tetapi jika anda Liburan bali ke kedaton perlu di waspadai juga karena kera kera tersebut bisa saja jahat dan barang bawaan anda harus tetap di perhatikan, ini akan sangat berpengaruh pada kenyamanan Tour bali anda objek wisata bali ini sangat dekat dengan tanah lot sehingga anda bisa merencanakan Bali tour anda ke Tanah lot setelah Alas kedaton.